Surga kecil di Anak Krakatau (bagian 1)

May 23, 2012

Menjelajah Gunung Anak Krakatau (21-23 Mei 2010)

Siapa orang Indonesia yang gak kenal dengan Gunung Krakatau..??? Peramal dari Italia pun dulu sempat meramal adanya gunung yang akan meletus dasyat pada tahun 1883, itulah gunung Krakatau. Gak lengkap rasanya petualangan ini sebelum bisa menjelajah gunung legendaris tersebut. Gunung Krakatau terletak diantara pulau Jawa dan Sumatra, tepatnya di Selat Sunda sebelah selatan. Setelah gunung Krakatau meletus dasyat untuk yang terakhir kalinya pada 27 Agustus 1883 (Sumber : Wikipedia), gunung tersebut tidur lama dan tidak lagi melakukan aktivitas vulkanik. Setelah tidur nyenyak selama lebih dari 40 tahun, pada tahun 1927 munculah Anak Krakatau dari permukaan laut. Percepatan pertumbuhan gunung ini adalah 20-40 kaki per tahunnya. Sampai sekarang gunung ini merupakan salah satu gunung teraktif di Indonesia dan sering mengeluarkan lava pijar. Bahkan akhir2 ini sering terjadi gempa yang disebabkan karena aktivitas Gunung Anak Krakatau tersebut. Walaupun tergolong gunung yang berbahaya untuk di daki, tetapi hal tersebut malah menjadi daya tarik bagi penjelajah alam seperti kami. Dan kami yang tergabung dalam “Suddenly Community” (Komunitas dadakan) adalah sebagian orang yang tertarik untuk mengunjungi “Surga Kecil” itu.

Atas (Dari Kiri) : Andik, Hevy, Shinta, Nanett, Flow, Ferna, Dewik, Chandra (Ranger), Bawah (Dari Kiri) : Andri, Nova, Yenny, Mantos, Andrea, Banjar, Amir (ranger)

Di balik rencana ke Anak Krakatau

Mendaki gunung Anak Krakatau adalah salah satu impian saya sebagai seorang pendaki gunung. Setelah mendaki banyak gunung di Jawa, saya ingin mencoba menjajaki atap2 dunia di luar pulau Jawa. Rencana pertama adalah mendaki gunung Rinjani di NTB, tetapi sayang rencana itu selalu gagal setelah sekian lama pendakian gunung Rinjani ditutup akibat aktivitas gunung Barujuri. Sudah 3 tahun terakhir ini saya selalu gagal mendaki Rinjani, sampai pada akhirnya saya memutuskan untuk mengganti target. Tak disangaka, saya mendapat kabar baik dari teman saya bahwa karakatau boleh dikunjungi dalam waktu dekat ini. Tapi sial bagi saya yang masih baru tinggal di jakarta dan belum memiliki banyak teman untuk berpetualang. Saya memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Krakatau sendirian, backpacking kesana mode “gembell”. Target saya semula hanya bisa mendaki ke gunung anak krakatau tersebut, padahal banyak yang bisa dilakukan selain hanya sekedar mendaki gunung, yaitu snorkeling, mancing dan camping. Tak sengaja saya chat dengan teman lama saya yang dulu pernah naik gunung bareng di Semeru tahun 2007. Sudah 3 tahun kami tidak bertemu, dan waktu pendakian Semeru itupun saya hanya kenal2an saja dan bisa dibilang tidak akrab. Tapi entah mengapa, kami ngobrol selayaknya sahabat lama yang sangat akrab. Dia adalah “Nanett”, yang akhirnya menjadi partner baik saya untuk merencanakan petualangan ini. Hanya dalam hitungan hari, dengan kesaktianya “Nanett” berhasil menarik perhatian banyak anggota mailing list “Woi Communitty” untuk ikut dalam ekspedisi kali ini. Sedangkan saya hanya bersantai menunggu kabar baik darinya (sorry yo nett…..hahaha), sambil mencari info tentang perjalanan ke Krakatau. Singkat cerita, terdapat 19 calon peserta yang akan ikut dalam ekspedisi kali ini. Waktu di set tanggal 21-23 Mei 2010, hanya memanfaatkan weekend biasa. Akhirnya di hari-H hanya tersisa 14 peserta yang benar2 ikut dalam ekspedisi ini. Ke-14 orang tersebut adalah Saya, Nanet, Nova, Andri, Dewik, Flow, Yenny, Andrea, Ferna, Shinta, Banjar, Andik, Hevy, Bu Suwarti.

Itinerary Perjalanan

Untuk mengunjungi Anak Krakatau memang mahal jika dilakukan oleh satu orang, tetapi bisa sangat murah jika kita jalan bareng bersama rombongan orang banyak. Berikut ini adalah itinerary perjalanan yang kami buat,

Jum’at, 21 May 2010:
20:00 – 22:00 : Kumpul di Halte Sebrang RS Harapan Kita –> setelah Slipi Jaya.
22:00 – 24:00 : Jakarta – Merak

Sabtu, 22 May 2010
24:30 – 02:30 : Ferry Merak – Bakauheni
03:00 – 04:30 : Angkot Bakauheni – Canti
07:30 – 09:30 : Perjalanan Canti – Sebesi (Sarapan di perjalanan)
10:00 – 12:00 : Snorkling di Pulau Umang2 (dekat dengan P Sebesi)
12:00 – 14:00 : Menuju ke Lagoon Cabe (di sekitar P Rakata)
14:00 – 16:00 : Snorkeling
16:00 – 17:00 : Perjalanan menuju Pulau Anak Krakatau
17:00 – 18:00 : Mendirikan tenda untuk Camping
18:00 – 23:00 : Makan malam, Api Unggun & Bakar2 ikan

Minggu, 23 May 2010

04:00 – 05:00 : Perjalanan ke puncak Gunung Anak Krakatau (Berburu Sunrise)
05:00 – 08:00 : Menikmati panorama dari puncak gunung
08:00 – 09:00 : Turun gunung
09:00 – 11:00 : Sarapan pagi, berkemas2 & packing persiapan pulang
11:00 – 14:00 : Perjalanan menuju Pelabuhan Canti
14:00 – 16:00 : Mandi, makan siang, & persiapan pulang menuju Bakauheni
16:00 – 18:00 : Angkot Pelabuhan Canti ke Bakauheni
18:30 – 20:30 : Ferry Bakauheni – Merak
21:00 – 23:00 : Bus Merak-Jakarta

Rincian Biaya

  • Bus Jakarta – Merak (Ekonomi Non-AC) : Rp 15.000,-
  • Ferry Merak – bakauheni (Ekonomy : Rp 10.000,-
  • Carter Angkot Bakauheni – Pelabuhan Canti : Rp 170.000,- (Rp 12.000.-/orang)
  • Carter Perahu Kayu Canti – Anak Krakatau PP : Rp 2.800.000,- (Rp 200.000,-/orang)
  • Katering 2x (Sarapan & Makan Siang) : Rp 25.000,-
  • Galon Air Aqua 3x : Rp 45.000,- (Rp 3.200,-/orang)
  • Ikan Segar : Rp 50.000,- (RpRp 3.500,-/orang)
  • Carter Angkot Canti – Bakauheni : Rp 150.000,- (Rp 10.700,-)
  • Ferry Bakauheni – Merak : Rp 10.000,- (+ Rp 7.000,- jika mau masuk ke kelas Bisnis ber-AC)
  • Bus Merak – Jakarta : Rp 20.000,- (Ekonomi AC)

TOTAL Pengeluaran : Rp 316.000,-/orang + Sewa alat Snorkeling Rp 50.000,- bagi yg tidak membawa dari rumah

CATATAN :

  1. Bus dari Jakarta – Merak dapat diperoleh dari terminal Kampung Rambutan atau dari seberang RS Hrapan Kita Slipi ->dekat Mall Slipi Jaya. Tarif Ekonomi Rp 15.000,- & Tarif AC Ekonomi Rp 17.000 – 20.000,-. Bus di Slipi sampai sekitar jam 10 malam.
  2. Kapal Ferry untuk penyeberangan Merak – Bakauheni ada setiap 45 menit sekali. Tarif Ekonomi Rp 10.000,- sedangkan untuk kelas Bisnis ber-AC nambah Rp 7.000,- (bayar diatas kapal)
  3. Jika traveling sendirian, Dari Bakauheni ke Pelabuhan Canti bisa naik Angkot warna Kuning dari Terminal Angkot di Pelabuhan Bakauheni menuju Terminal Bus Kalianda (+- Rp 6.000,- lama perjalanan sekitar 1 jam). Dari Kalianda ke pelabuhan canti naik Angkot warna Merah (+- Rp 3.000,- lama perjalanan sekitar 30 menit). Angkot beroperasi mulai dari jam 05.00 – 18.00
  4. Harga carter perahu kayu Rp 2.800.000,- Tanpa Nego (jika nego mungkin bisa lebih murah), penumpang max 25 orang. Contact Person Pak Amir : 081379373789
  5. Perahu Reguler dari Pelabuhan Canti ke Pulau Sebesi belum terjadwal dengan baik, sebaiknya datang pagi hari agar bisa menunggu kapal reguler yang biasa digunakan untuk angkutan barang2 komoditi perdagangan.
  6. Harga sewa Angkot standarnya Rp 150.000,- , Idealnya diisi oleh 10 penumpang. Contact Person Pak Ferri : 081273376971 :
  7. Peralatan Snorkeling hanya tersedia 5 buah, harga sewa Rp 50.000,- (tanpa nego)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: